Minggu, 16 Oktober 2016

Andika Pergi Ke Monas



Andika punya rumah dua.di magelang dan di jakarta.andika sedang di magelang.andika izin dengan
 Ibu Guru nya.mau ke jakarta.andika juga punya sekolah di jakarta.setiap hari minggu dan setiap
 libuR Sekolah andika selalu ke monas.andika di monas naik lift sampai ujung.kata andika tinggi sekali

Dan kata andika juga bisa melihat seluruh jakarta.andika di atas merasa ketakutan.akhirnya andika
Turun kembali sampai lantai dasar.andika keluar memeriksa sudah gelap atau masih terang.kata
Andika sudah gelap.akhirnya andika pulang ke rumah.ibu bertanya pada andika.”andika kok lama
Sekali di monas”.andika menjawab.”maaf bu. tadi di monas andika ketemu teman-teman.lalu
ketika andika di ujung monas. andika dan teman-teman bermain dorong-dorongan”.APA...!
berati jatuh dari tangga dong”.”bukan begitu bu.tapi tetap jatuh di lantai paling atas.kan mainnya di
lantai paling atas juga”.”Ooo begitu. Andika tidak ngomong dari tadi sih.ibu kan tidak tahu”.ibu
menjawab begitu.ibu berkata.”andika tidur yuk.sudah malam”.”ayo”.besoknya hari minggu.andika
bangun tidurnya siang.karena hari ini adalah hari minggu.setiap hari minggu.andika bangun siang
terus.memang andika kalau hari minggu senangnya bangun siang.ibu bertanya pada andika.”andika.
kok kamu setiap hari minggu bangun siang terus  sih”.”kan hari libur sekolah”.”tapi kan nanti
kebiasaan sampai tua”.”benar juga sih”.”tidak apa-apa lah.besok-besok.kalau hari minggu.bangun
pagi ya.walaupun hari libur sekolah”.”iya ibu”.andika menjawab begitu.akhirnya adika walaupun
hari minggu.hari libur sekolah.andika tetap bangun pagi.sebabnya andika.menuruti kata-kata ibu.
Andika berkata pada ibu.”ibu.tidur yuk.sudah malam”.”ayo”.kata ibu.besok adalah hari senin.hari
Masuk sekolah.andika terlupa kemarin tidak ke monas.”Oh iya bu.  kemarin tidak ke monas”.
“syukurlah.uangnya tidak berkurang”.”andika.cepat sekolah nanti terlambat loh”.”oh iya.untung ibu
Mengingatkan”.andika sudah sekolah.andika pulang sekolah pukul 01.00.ayah dan ibu berkerja
Keras mencari uang untuk biaya andika pergi ke monas.”yah sudah pukul 01.00.andika sudah pulang
Sekolah”.”benar kah.oh iya.kemana andika”.”itu andika”.andika tersenyum pada ayah dan ibu.ayah
Bertanya pada andika.”andika.besok libur sekolah tidak”.”tidak.memangnya kenapa”.”soalnya ayah
ingin ikut ke monas.ayah penasaran suasana di monas”.”ibu ikut”.”ikutlah.ibu kan juga
Penasaran”.”oh iya.kata ibu guru lusa libur yah”.”benar kah”.”benar”.”ye asyik”.kata ayah.”oh iya.
Sudah pukul 12.00.ayah belum sholat dhuhur”.”oh iya.andika juga belum”.”sholat dhuhur yuk
Andika”.”ayo”.ketika andika sedang sholat dhuhur.andika merasa ada yang mengganggui.saat sudah
Selesai sholat andika berkata pada ibu.”ibu.tidak sholat dhuhur”.”sholat lah.ibu kan sudah selesai
Sholat.andikanya saja yang tidak lihat”.tiba-tiba lampu mati sendiri.”ibu.kok lampunya mati”.”tidak
Tahu.kok tiba-tiba lampunya mati”.ternyata di takuti oleh ayah.”HA HA HA... ayah menakuti kalian
Berdua HA HA HA...”.”ih ayah ni. bikin kawatir saja”.kata andika.pukul 02.30 andika les.”andika.
Pukul 02.30 les ya”.”iya bu”.ayah sedang di kamar mandi.ayah pingsan di kamar mandi.pingsannya
Bertahun-tahun pingsan terus.sampai berganti abad.ketika berganti abad ayah sudah sadar.”ayah.
Buka kan pintu.andika ingin mencuci kaki.andika kan baru saja selesai main.yah.buka kan pintu.ayah
Tidak dengar ya.yah kok tidak mau di buka pintunya.yah.yasudah lah.kalau ayah tidak mau buka kan
Pintu.ibu.ayah tidak mau buka kan pintu”.”dobrak saja pintunya”.”andika tidak bisa mendobrak
Pintu bu”.”kalau begitu ibu saja yang mendobrak pintunya”.”ibu bisa mendobrak pintu”.”bisa.”
Saat mendobrak pintu.”APA...! ayah mati.ayah.bangun ayah.ayah.jangan mati ayah.nanti andika
Sedih”.andika sangat sedih.sebab ayahnya mati”.”oh iya.andika.sudah pukul 03.00.”.”memangnya
Kenapa”.”kan les”.”oh iya.les.yah terlambat lesnya.besok andika di marah kan deh.pada ibu
Guru les andika”.”tidak apa-apa lah.bilang saja sakit”.andika terlambat les.gara-gara ayah.
“andika.tidur yuk.sudah malam”.”ayo.oh iya bu.besok belikan ice krim ya bu”.”iya.ibu belikan kok”.
“janji ya bu”.”iya.ibu janji.tenang saja”.
TAMAT

2 komentar: