Andika punya rumah
dua.di magelang dan di jakarta.andika sedang di magelang.andika izin dengan
Ibu Guru nya.mau ke jakarta.andika juga punya
sekolah di jakarta.setiap hari minggu dan setiap
libuR Sekolah andika
selalu ke monas.andika di monas naik lift sampai ujung.kata andika tinggi
sekali
Dan kata andika
juga bisa melihat seluruh jakarta.andika di atas merasa ketakutan.akhirnya
andika
Turun kembali
sampai lantai dasar.andika keluar memeriksa sudah gelap atau masih terang.kata
Andika sudah
gelap.akhirnya andika pulang ke rumah.ibu bertanya pada andika.”andika kok lama
Sekali di
monas”.andika menjawab.”maaf bu. tadi di monas andika ketemu teman-teman.lalu
ketika andika di
ujung monas. andika dan teman-teman bermain dorong-dorongan”.APA...!
berati jatuh dari tangga
dong”.”bukan begitu bu.tapi tetap jatuh di lantai paling atas.kan mainnya di
lantai paling atas
juga”.”Ooo begitu. Andika tidak ngomong
dari tadi sih.ibu kan tidak tahu”.ibu
menjawab begitu.ibu
berkata.”andika tidur yuk.sudah malam”.”ayo”.besoknya hari minggu.andika
bangun tidurnya
siang.karena hari ini adalah hari minggu.setiap hari minggu.andika bangun siang
terus.memang andika kalau hari
minggu senangnya bangun siang.ibu bertanya pada andika.”andika.
kok kamu setiap hari
minggu bangun siang terus sih”.”kan hari
libur sekolah”.”tapi kan nanti
kebiasaan sampai
tua”.”benar juga sih”.”tidak apa-apa lah.besok-besok.kalau hari minggu.bangun
pagi ya.walaupun
hari libur sekolah”.”iya ibu”.andika menjawab begitu.akhirnya adika walaupun
hari minggu.hari
libur sekolah.andika tetap bangun pagi.sebabnya andika.menuruti kata-kata ibu.
Andika berkata
pada ibu.”ibu.tidur yuk.sudah malam”.”ayo”.kata ibu.besok adalah hari
senin.hari
Masuk
sekolah.andika terlupa kemarin tidak ke monas.”Oh
iya bu. kemarin tidak ke monas”.
“syukurlah.uangnya tidak
berkurang”.”andika.cepat sekolah nanti terlambat loh”.”oh iya.untung ibu
Mengingatkan”.andika
sudah sekolah.andika pulang sekolah pukul 01.00.ayah
dan ibu berkerja
Keras mencari uang untuk biaya
andika pergi ke monas.”yah sudah pukul 01.00.andika
sudah pulang
Sekolah”.”benar kah.oh
iya.kemana andika”.”itu andika”.andika tersenyum pada ayah dan ibu.ayah
Bertanya pada
andika.”andika.besok libur sekolah tidak”.”tidak.memangnya kenapa”.”soalnya
ayah
ingin ikut ke
monas.ayah penasaran suasana di monas”.”ibu ikut”.”ikutlah.ibu kan juga
Penasaran”.”oh
iya.kata ibu guru lusa libur yah”.”benar kah”.”benar”.”ye asyik”.kata ayah.”oh
iya.
Sudah pukul 12.00.ayah belum sholat dhuhur”.”oh iya.andika
juga belum”.”sholat dhuhur yuk
Andika”.”ayo”.ketika andika
sedang sholat dhuhur.andika merasa ada yang mengganggui.saat sudah
Selesai sholat
andika berkata pada ibu.”ibu.tidak sholat dhuhur”.”sholat lah.ibu kan sudah
selesai
Sholat.andikanya
saja yang tidak lihat”.tiba-tiba lampu mati sendiri.”ibu.kok lampunya
mati”.”tidak
Tahu.kok tiba-tiba
lampunya mati”.ternyata di takuti oleh ayah.”HA
HA HA... ayah menakuti kalian
Berdua HA HA HA...”.”ih
ayah ni. bikin kawatir saja”.kata andika.pukul 02.30
andika les.”andika.
Pukul 02.30 les ya”.”iya bu”.ayah sedang di kamar
mandi.ayah pingsan di kamar mandi.pingsannya
Bertahun-tahun
pingsan terus.sampai berganti abad.ketika berganti abad ayah sudah sadar.”ayah.
Buka kan pintu.andika ingin
mencuci kaki.andika kan baru saja selesai main.yah.buka kan pintu.ayah
Tidak dengar ya.yah kok tidak
mau di buka pintunya.yah.yasudah lah.kalau ayah tidak mau buka kan
Pintu.ibu.ayah
tidak mau buka kan pintu”.”dobrak saja pintunya”.”andika tidak bisa mendobrak
Pintu bu”.”kalau
begitu ibu saja yang mendobrak pintunya”.”ibu bisa mendobrak pintu”.”bisa.”
Saat mendobrak
pintu.”APA...! ayah mati.ayah.bangun
ayah.ayah.jangan mati ayah.nanti andika
Sedih”.andika sangat
sedih.sebab ayahnya mati”.”oh iya.andika.sudah pukul 03.00.”.”memangnya
Kenapa”.”kan les”.”oh iya.les.yah terlambat
lesnya.besok andika di marah kan deh.pada ibu
Guru les andika”.”tidak apa-apa lah.bilang saja
sakit”.andika terlambat les.gara-gara ayah.
“andika.tidur
yuk.sudah malam”.”ayo.oh iya bu.besok belikan ice krim ya bu”.”iya.ibu belikan
kok”.
“janji ya
bu”.”iya.ibu janji.tenang saja”.
TAMAT
saya sedang belajar menulis cerita
BalasHapusTetap semangat belajar menulis ya.
Hapus